Despite the long-established strong immunity to the cynical lies that have been spread by russian propaganda for years, I read with amazement that «… the Indonesian public really widely supports the special military operation that Russia is conducting in Ukraine and approves the policy of russian president putin …». I wonder where is this «public» supporting full-scale military aggression and crimes against humanity? I have not seen it in Indonesia. It seems that it exists only in the morbid imagination of the russian ambassador.
The assertion was also extremely provocative that «the approving reaction (of the Indonesian people) is caused by the participation in the special operation in Ukraine of russian muslim military personnel, including those from the Chechen Republic…». The russian Ambassador bravura boasts that her government is sending Muslims to an unrighteous war, in which they, being aggressors on the territory of another sovereign state, kill women and children, kill brothers in faith – Ukrainian Muslims. The face of russian fascism in all its glory.
It seems that the russian Ambassador is frankly trying to somehow justify the criminal aggression of her government by «support» of the Indonesian public, shifting to it part of the responsibility for the invasion of sovereign Ukraine and the war crimes committed, condemning by the whole world.
I wonder what the general public in Indonesia and Indonesian Muslims will say?
Oleh Karatsupko, temporary residing on Bali
]]>В рамках акції, керівник осередку ГО «Українська Ініціатива» в Гамбії Моду Чєк Йалуба здійснив метафізичне знайомство з Гамбією, біля Тріумфальної Арки в Банжулі, Надзвичайного і Повноважного Посла Пакистану в Україні Ноеля Ісраеля Хохара. Згідно з запозиченою у наших ботсванських колег традицією, метафізичне знайомство здійснювалося шляхом фотографування пана Моду з колажами з фотографіями зазначених осіб на фоні краєвидів Банжула. Також, пан Моду Чєк Йалуба зробив символічне фотографування з портретами духовного батька Пакистану Мухаммада Ікбала та голови правління ГО «Українська Ініціатива» Юрія Косенка. Окрім того, було проведено лекційний захід, присвячений життю та діяльності Мухаммада Ікбала та порівнянню його творчості з настановами шейха Амаду Бамба Мбаке.
Зазначені акції та події, проведені в контексті підтримки України, матимуть подальший розвиток та наслідки у відповідності до затвердженого Правлінням плану щодо посилення українсько-гамбійсько-пакистанської взаємодії на рівні встановлення горизонтальних зв’язків між прогресивними елементами громадянських суспільств трьох країн.
]]>Ayah Yaroslav adalah seorang imam dan meninggal dunia waktu Yaroslav berusia 11 tahun saja. Dari masa kanak-kanak Yaroslav membaca banyak. Dia lulus dari Ternopil Gimnasium dengan penghargaan, setelah itu ia memasuki Fakultas Filsafat Universitas Lviv, pada saat yang sama, dia belajar di Fakultas Hukum Universitas Krakow. Dan khususnya selama tahun-tahun di gimnasium dan waktu belajar, ia pernah bergabung dengan Gerakan Pembebasan Ukraina , seperti banyak pemuda Ukraina lainnya di Polandia Interwar:
«Saya mulai ikut kegiatan revolusi sudah sebagai siswa gimnasium. Pada tahun 1928 saya masuk ke Organisasi Nasionalis Pemuda “Yunatstvo” (dlm Bahasa Indonesia “Para pemuda”) yang bertugas untuk pendidikan Nasionalis-Revolusioner bagi para pemuda. Organisasi juga mendorong para pemuda untuk berjuang terhadap pendudukan, melakukan sabotase hari libur umum Polandia, yang kami pernah dipaksa untuk merayakan sebagai peringatan ciptaan negara Polandia, pendudukan Lviv, dll».
Yaroslav pernah menjadi anggota Organisasi Militer Ukraina, dan kemudian organisasi yang baru yaitu Organisasi Nationalis Ukraina (OUN). Dua-dua organisasi itu telah dipimpin oleh Kolonel Yevgeny Konovalets. Dalam OUN Yaroslav pernah mengedisi majalah “Yunatstvo”, “Yunak”, “Buletin Eksekutif Nasional OUN di wilayah barat Ukraina”. Dia pernah ditangkap tiga kali oleh pihak pemerintah Polandia karena kegiatannya yang pro-Ukraina. Dia telah disiksa (200 jam tanpa tidur dalam posisi duduk) dan akhirnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara, tetapi menjalani setengah masa hukumannya saja dan dibebaskan dengan amnesti.
Pada tahun 1940, Yaroslav Stetsko mendukung Stepan Bandera, yang membentuk kepemimpinan revolusioner OUN (OUN-B). Dia pernah menjadi wakil Bandera di dalam organisasi.
Pada Juni 1941, dengan memutuskan untuk menggunakan serangan Jerman di Uni Soviet untuk membangun kembali negara Ukraina, Stetsko bersama sekelompok orang yang berpikiran sama pindah ke Lviv. Di sana, Majelis Nasional Ukraina diadakan, yang pada 30 Juni memproklamirkan Undang-Undang Pemulihan Negara Ukraina, dan Yaroslav Stetsko menjadi kepala pemerintahan – Pemerintah Nasional Ukraina. Namun, keberadaan Ukraina yang merdeka dan berdaulat waktu itu tidak termasuk dalam rencana penjajah Nazi. Sudah pada awal Juli, mereka menangkap Stetsko dan melemparkannya ke kamp konsentrasi Sachsenhausen dekat Berlin. Dia berada di sana di sel isolasi “Zellenbau” lebih dari 3 tahun sampai bulan September tahun 1944. Namun, seperti Stepan Bandera, dia telah menolak mencabut UU dari tanggal 30 Juni.
Di kamp konsentrasi, kesehatan Stetsko memburuk, ia menderita rematik, radang sendi, dan penyakit perut. Setelah dibebaskan, ia melarikan diri dari pengawasan Gestapo dan mulai tinggal di Munich. Pada akhir perang ia diserang oleh pesawat Amerika, terluka parah, tetapi pulih.
Setalah Perang Dunia ke-2 Yaroslav Stetsko tinggal di German Barat. Dia memimpin Organisasi Nasionalis Ukraina (Revolusioner) (OUN-B) dan Blok Bangsa-Bangsa Anti-Bolshevik (ABN) yang pernah menyatukan perwakilan dari selusin setengah negara yang diperbudak, bertujuan untuk menghancurkan Bolshevisme dan disintegrasi Uni Soviet. Ia berhasil mendirikan pusat ABN di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Dia telah memegang posisi senior di Liga Anti-Komunis Dunia dan Dewan Kebebasan Eropa.
Yaroslav Stetsko menekankan keperluan menyatukan upaya Amerika Serikat dan Eropa Barat untuk menghadapi Uni Soviet dengan lebih sukses. Dia pernah punya pertemuan pribadi dengan Presiden AS Richard Nixon dan Ronald Reagan, Presiden Prancis Charles de Gaulle, dan Kanselir Jerman Konrad Adenauer. Dia juga telah menulis beberapa karya ideologis dan teoretis («Konsep Pembebasan Ukraina», «Situasi Internasional dan Ukraina», «Pemberontakan Melawan Materialisme», «Kekuatan – argumen utama melawan Rusia»).
Dia pernah berkata: «Kami tertarik dalam setiap kekalahan Rusia, setiap sumber serangan baru dengan Moskow bagus bagi kami. Jangan takut melakukan sesuatu, semakin banyak, semakin baik. Siapapun yang mengalahkan Moskow secara langsung melakukan perbuatan baik».
Dari tahun 1946, Stetsko menikah dengan Anna Muzyka, yang mengambil nama Yaroslava (Slava) Stetsko dan menjadi pendamping yang setia suaminya. Dia telah hidup 17 tahun lebih daripada suaminya, dan dia melihat sendiri masa pemulihan kemerdekaan Ukraina, dia pernah terpilih sebagai wakil Verchovna Rada (Dewan Tertinggi Ukraina) dalm konvokasi II, III dan IV. Dia memimpin para deputi untuk sumpah sebagai wakil tertua dari deputi korps.
Yaroslav Stetsko meninggal dunia pada 5 Juli 1986 di Munich. Dia dimakamkan di Pemakaman Walffriedhof, di mana Stepan Bandera, Dmytro Doroshenko, Andriy Livytsky, Mykola Kapustyansky dan banyak tokoh Ukraina lainnya juga menemukan istirahat abadi.
Di antara pernyataan Yaroslav Stetsko, yang tidak kehilangan relevansi pada zaman kini kita bisa menemukan yang berikutnya:
«Mereka (Rusia), yang mempunyai suara penentu di dunia, membenci Ukraina, membenci para pendukung gagasan kebebasan dan kemerdekaan, membenci spiritualitas kepahlawanan, penghormatan kepada martabat manusia, membenci pejuang untuk sesuatu yang tidak berwujud, untuk nilai-nilai atas mana seorang tidak takut untuk mati. Mereka juga membenci ide kemuliaan, kebenaran, kebebasan, keadilan, membenci semua mitos dan legenda tanah air kami, tradisi dan prospeknya yang hebat di Timur. Mereka membenci kami sebagai pembela kehendak semua orang yang ditindas oleh Moskow. Mereka semua tidak dapat dipahami dan dibenci oleh para pengemban hedonisme dan materialisme, yang bagi mereka «kedamaian», meskipun busuk, «kesejahteraan», bahkan seketika, adalah di atas segalanya. Mereka tidak tahan dengan kita yang selama tahun-tahun ini di katakombe dan bunker bawah tanah, sampai kini melindungi semua yang agung, mulia dan ideal, semua yang menciptakan esensi manusia, yang selalu berjuang dan bersaing, tetapi tidak pernah mencapai cita-cita – itu semua yang dimiliki oleh Eropa yang heroic dan yang mencintai kebebasan dan semua orang di dunia yang juga mencintai kebebasan».
Yang lagi:
«Dunia Barat tidak perlu takut untuk menentang orang-orang Rusia, jika mereka akan ambil ide-ide kami sebagai milik mereka. Perjuangan untuk keadilan bagi semua, untuk kesetaraan semua orang adalah satu-satunya jaminan kemenangan atas Bolshevisme dan imperialisme Rusia. Tidak ada yang bisa dengan jelas melawan gagasan kebenaran, kehendak, dan keadilan yang diimplementasikan. Tetapi itu juga tidak mungkin untuk mendeklarasikan kebebasan tetapi pada saat yang sema melakukan yang sebaliknya seperti yang dilakukan oleh Moskow. Waktu Barat berusaha untuk berkompromi dengan Rusia, misalnya mempertahankan status quo tahun 1939, jadi itu berarti mereka tidak akan mencapai tujuan yang lama tapi mereka akan memanjakan kejahatan, ketidakadilan dan penawanan, dan juga mendorong orang lain untuk melakukannya. Jika Barat menyatakan bahwa berjuang pada umumnya melawan semua perbudakan, untuk keadilan mutlak dan kesetaraan bagi semua orang tidak tergantung dari ras, ukuran, kekayaan, agama – maka itu akan menarik semua elemen positif dan kreatif, bahkan di antara orang-orang Rusia dan akan memberi dasar moral untuk perlawanan terhadap unsur-unsur jahat. Tetapi jika melakukan setengah saja dari semua itu – itu tidak akan berhasil. Bangsa Rusia, seperti setiap bangsa, harus memiliki negara sendiri dengan perbatasan etnografisnya sendiri, tanpa penindasan, eksploitasi, dan penaklukan orang lain, dan ini adalah satu-satunya slogan yang harus ditinggalkan Barat untuk Rusia. Jika slogan itu akan disadari oleh orang-orang Rusia yang peling sadar dan cerdas – itu akan mendorong semua mereka untuk berjuang terhadap imperialisme. Tapi yang penting di sini, konsepsi itu pertama-tama harus idukung oleh pihak Barat, dan tidak mendukung sebuah penjara bangsa-bangsa. Kejahatan tidak pernah dikalahkan di bawah panji kesatuan kebaikan dan kejahatan, tetapi kejahatan selalu menang dalam kasus seperti itu. Kita melihat contoh dari aliansi kekuatan besar Barat di kubu yang sama dengan Bolshevik melawan kejahatan Hitler. Akibatnya, bukan Bolshevisme tetapi dunia Barat yang kalah perang secara politik, bukannya disintegrasi dan menghancurkan dua kerajaan barbar selama Perang Dunia II dengan bergabung dengan gerakan pembebasan nasional. Oleh karena itu, pada awal tahun 1953, keinginan kami adalah agar dunia bebas Barat akhirnya menemukan dasar untuk kerjasama jangka panjang dengan orang-orang yang diperbudak, dan dengan demikian memulai jalan kemenangan kebaikan atas kejahatan dan kegelapan yang akan datang ke semua dari imperialisme Moskow».
Hal yang menarik dan penting untuk ditegaskan adalah bahwa Yaroslav Stetsko pernah dua kali ke Indonesia. Khususnya, ia ikut dalam pembukaan kompleks peringatan untuk menghormati para jenderal Indonesia yang disiksa oleh pemberontak komunis. Dalam karya-karyanya, Yaroslav Stetsko berbicara dengan penuh hormat tentang perjuangan heroik rakyat Indonesia untuk kemerdekaan. Dia banyak menulis khususnya tentang gerakan pembebasan di negara-negara yang dijajah: “ Kami belum lihat faktor kedaulatan rakyat-rakyat itu seperti OUN dan UPA. Rupanya, hanya pejuang Indonesia yang menjadi pejuang dua front seperti OUN dan UPA selama Perang Dunia II, yang mengarah pada kemerdekaan Indonesia”. Stetsko sangat menghargai kepentingan ideologi Pancha Sila dan juga menekankan kesamaannya dengan ideologi pejuang kemerdekaan Ukraina.
Sebagai kesimpulan, perlu diingatkan kembali kepada teman-teman Indonesia yang percaya pada propaganda Rusia bahwa itu Rusia yang telah membunuh jutaan Muslim secara fisik sejak abad pertengahan. Ketika Rusia merebut Kazan Khanate yang merdeka, kota Kazan dihancurkan pada tahun 1552, puluhan ribu Muslim pernah dibunuh. Ini ditulis dalam buku-buku Rusia dan orang Rusia senang membaca itu. Rusia melakukan genosida terhadap masyarakat Muslim Kaukasus Utara pada abad 18 dan 19, dan sudah terjadi dua perang Chechnya di mana puluhan ribu Muslim telah dibunuh oleh tentara Rusia. Dan bisakah kita melupakan kejahatan berdarah Rusia di Asia Tengah, di Afghanistan? Bagaimanapun, orang Indonesia harus jelas tentang satu kebenaran sederhana. Komunisme yang digunakan pertama kali di Rusia merupakan kejahatan dunia, dan dari Rusia komunisme pernah disebar ke seluruh dunia. Ini menjadi semacam imperialisme Rusia dan membawa benyak penderitaan, termasuk bagi rakyat Indonesia. Dan ketika Uni Soviet runtuh, Rusialah yang secara resmi menyatakan dirinya sebagai penerus komunisme.
Teman-teman Indonesia yang terkasih, ingatlah bahwa dunia telah sangat berubah dalam seratus tahun terakhir, tetapi sifat kriminal imperialisme Rusia, yang merupakan akar kejahatan dunia, tetap sama, tetapi keinginan kita untuk berjuang dan menang juga tetap sama. Bagaimanapun, kemenangan Ukraina akan berarti kemenangan kebaikan atas kejahatan!
]]>Bandera – c’est un symbole. Le symbole de la lutte revolutionnaire bien organisée, sans compromis, conséquente, longue, pour les idéaux de son État, pour la liberté et le pouvoir de la nation ukrainienne, pour son développement, le bien-être et la consolidation, pour la justice sociale et la liberté nationale, pour la verité historique, pour la liberté des peuples et de la personnalité. Pour ces idéaux il a sacrifié le plus précieux – sa propre liberté et sa vie. «La competition est devenue notre milieu naturel, la lutte est devenue le contenu de notre vie. Pendant la lutte nous avons crée et fortifié la personnalité irremplacable du combatant-révolutionnaire».
Bandera c’est le point de repère distinct et solide. Le point de repère de lutte contre les occupants étragers grace à ses propres forçes, et du large déploiement du combat et de fixation et developpement de l’état national. Il est remarquant, que «Bandera» se traduit comme «le drapeau», et le drapeau – c’est le symbole et le point de repère.
On dit, que la personnalité de Bandera «désuni et partage». Et c’est la verité. Bandera sépare la verité du mensonge, le bien du mal, le fer de la rouille, le blé de la vannée, les patriotes des traitres.
On entend, que Bandera est «contradictoire». Et c’est la verité. Mais dans cette contradiction il n’y a rien de contradictoire. Bandera conteste la fausseté, l’esprit de la conciliation, l’indifférence, la malice et le défaitisme malorusse. Voilà pourquoi les ennemis ukrainiens ont peur de lui.
On dit, que Bandera n’est plus actuel, qu’il faut aujourd’hui éclairer la route pour «les peuples d’Ukraine» par «les feux nouveaux et contemporains», apportés «du champ d’autrui». Ceci n’est pas vrai. «Les feux contemporains» de la soumission à l’agresseur impérial, de la graçe aux assassins et traîtres, de la faiblesse, du compte naïf sur «la bonne volonté et la clémence» des forts du monde, «de la consolidation et de lʼaccord» bizarres avec les envahisseurs et terroristes, ce sont les feux du marécage, et nullepart outre la boue ils ne nous ameneront pas.
Aujourd’hui plusieures personnes tâchent de falcifier, reviser, «moderniser», «démocratiser», adapter aux éxigences étrangères des idées fondamentales du nationalisme ukrainien. Bandera prévenait, que «les idées fondamentales devaient rester le facteur stable, immuable. Si on commence à les changer, adapter aux considérations tactiques, ces idées perdent leur force bourrasque, et le mouvement révolutionnaire s’égare et disparaît». Car «la fidelité à l’idée du nationalisme ukrainien – c’est la plus grande force de la révolution émancipatrice ukrainienne…».
Aujourd’hui comme jamais, s’actualise la personnalité authentique de Stepan Bandera comme le combatant et le Chef de la lutte nationale et émancipatrice, et son éternel héritage du théoricien et idéologue.
«Notre conception émancipatrice, l’idéologie et le programme du nationalisme ukrainien doivent réfleter clairement les aspirations essentielles du peuple ukrainien, sans altérations ennemies, et en même temps former la conscience nationale et politique», ‒ soulignait Bandera.
On peut citer plusieures citations actuelles du grand héritage-testament de Stepan Bandera. Il faut étudier et interpréter ses oeuvres, les utiliser dans les conséquences actuelles. Dans ces travaux nous s’ouvre le veritable Bandera et sa vision du monde idéalistique ainsi que programme politique nationaliste.
Maintenant, quand les sanglants monstres russes de nouveau tâchent de détruire l’Ukraine, réaliser leurs intentions trompeuses sur la «dénacification» de l’Ukraine, l’héritage du fameux Chef de la Nation Ukrainienne devient de plus en plus actuel. Oui, l’arme comme l’aide des autres pays sont très importants, mais il faut comprendre – jusqu’au moment où nous possedons les oeuvres de Stepan Bandera, personne ne pourra vaincre l’Ukraine. C’est le source essentiel de notre force, c’est le guide vers la victoire, c’est la voie vers le monde juste. Les monstres russes veulent nous priver de l’héritage de Bandera et détruire le memoire de lui. En réponce nous ferons ainsi que dans chaque coin de notre planète on entende son nom du Chef génial, pour que son oeuvre inspire les millions dans le monde entier. Alors nous prononcerons le verdict définitif au plus grand malheur de cette planète – à l’impérialisme russe dans toutes ses manifestations.
Vive l’Ukraine! Vive les héros!
]]>Mungkin, hari ini, selama perang untuk kemerdekaan dan kedaulatan, tidak ada sosok yang lebih agung dan pada saat yang sama terkutuk dalam sejarah Ukraina modern selain Stepan Bandera. Hari-hari ini kita bertanya-tanya mengapa demikian, mengapa sosok Pemimpin OUN menyebabkan kekaguman dan keinginan untuk meniru bagi sebagian orang, sementara bagi yang lain – panik ketakutan dan kebencian.
Bandera merupakan simbol. Simbol perjuangan revolusioner yang konsisten, berlarut-larut dan diatur atas cita-cita kenegaraan kita sendiri. Simbol perjuangan atas pembangunan, kemakmuran dan penguatan, atas keadilan sosial dan kebebasan nasional, atas kebenaran sejarah, dan atas kebebasan masyarakat dan manusia. Untuk cita-cita ini, ia mengorbankan dengan yang paling berharga – kebebasannya dan kehidupannya sendiri. Dia pernah berkata: «Bagi kami perjuangan dan pertarungan sudah menjadi linkungan yang biasa dan sudah menjadi rasa hidup kami. Dalam perjuangan itu kami semua sudah menjadi pejuang-revolusioner».
Bandera merupakan pemandu yang ekspresiv dan andal. Sebuah pemandu perlawanan terhadap penjajah asing dan penyebaran luas perjuangan dan juga pemantapan dan pembangunan kenegaraan nasional. Yang menarik adalah bahwa nama Bandera sangat mirip dengan kata bendera dalam Bahasa Indonesia, Di Indonesia bender aitu juga adalah simbol dan lambang.
Banyak mengatakan sosok Bandera bisa “memisahkan dan membelah”. Dan itu benar sekali. Bandera memisahkan kebenaran dari kebohonan, kebaikan dari kejahatan, orang patriot dari pengkhianat.
Banyak mengatakan sosok Bandera itu kontroversial. Dan itu juga benar sekali. Dan tidak ada yang kontradiktif dalam “inkonsistensi” ini. Bandera sendiri sering menyangkal pikiran ganda, ketidakpedulian, dan kelicikan.
Banyak mengatakan Bandera itu tidak relevan. Karena bangsa Ukraina memerlukan sesuatu yang modern dan baru. Tapi itu tidak benar. Karena kata «modern» itu punya banyak hal yang berideologi «tanpa perlawanan». Terlalu banyak loyalitas dan pengampunan bagi para pembunuh dan pengkhianat, non-perlawanan kepada aggressor kekaisaran, dan mengandalkan niat baik dan belas kasihan para pemimpin besar. Semuanya itu tidak akan membawa kita ke sesuatu yang baik dan benar.
Hari ini banyak orang berusaha untuk memodernisasi dan menyesuaikan ide dasar nasionalisme Ukraina dengan persyaratan dan pengajuan asing. Bandera pernah memperingatkan bahwa “gagasan utama nasionalisme harus menjadi faktor yang konstan dan permanen. Dan jika seseorang akan coba berubah gagasan itu – semua ide itu akan segera kehilangan kekuatannya dan gerakan revolusioner. Karena kesetiaan pada gagasan nasionalisme Ukraina merupakan kekuatan terbesar Revolusi pembebasan Ukraina.
Saat ini, sosok Stepan Bandera diaktualisasi kembali sebagai pejuang dan pemandu perjuangan pembebasan nasional dan juga sebagai ahli ideoligi dengan warisan kreatifnya.
Bandera pernah menekankan: «Konsep pembebasan, ideologi, dan program nasionalisme Ukraina kami harus secara jelas mencerminkan aspirasi yang paling esensial dari rakyat Ukraina, dalam bentuk yang paling esensial, tanpa distorsi yang asing dan bermusuhan, dan pada saat yang sama membentuk kesadaran politik nasional».
Ada banyak kutipan relevan dari warisan teoretis Stepan Bandera, karya-karyanya harus dipelajari dan dipahami, dan digunakan secara kreatif dalam situasi modern. Dalam karya-karya ini, kita melihat Bandera sejati dan pandangan dunia idealisnya serta program politik nasionalisnya.
Kini, waktu penjajah Rusia mencoba sekali lagi untuk menghancurkan Ukraina dan melakukan sesuatu yang mereka menyebut «denazifikasi», warisan kreatif dari Pemandu Bangsa Ukraina yang terkenal menjadi lebih relevan. Pasti senjata dan bantuan dari negara-negara lain sangat penting, tetapi kami harus dipahami bahwa selama kita memiliki ajaran Stepan Bandera, tidak akan ada yang bisa mengalahkan Ukraina. Ini adalah sumber utama kekuatan kita, ini adalah penunjuk kemenangan, ini adalah jalan menuju pengembangan tatanan dunia yang adil. Penjajah Rusia ingin mengambil ajaran Bandera dari kita dan menghancurkan ingatan tentang dia. Tetapi sebagai jawaban untuk itu kami akan memastikan bahwa nama Bandera bergema di setiap sudut bumi ini, sehingga ajarannya menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Dengan itu kita akan bisa menghukum kejahatan terbesar yang belum pernah ada di dunia ini – yaitu imperialisme Rusia dalam segala bentuknya.
Slava Ukraini. Heroyam slava! Kemuliaan bagi Ukraina! kemuliaan bagi para pahlawan!
]]>Варто наголосити, що під час голосування в ООН, Гамбія, Президентом якої є прогресивний діяч Адама Барру, підтримала Україну. Що характерно, активісти тримали в руках не тільки український прапор, а й портрет славетного Провідника Української Нації Степана Бандери, – у відповідь на огидні та облудні вимоги кацапських недолюдків щодо «денацифікації» України.
Окрім того, 16 березня керівник осередку ГО «Українська Ініціатива» в Гамбії, шановний пан Моду Чєк Йалуба виступив з доповіддю на тему «Пошук практичних методів адаптації вчення славетного генія людства Степана Бандери для застосування в умовах зміцнення демократії в Гамбії». Найближчим часом відбудуться просвітницькі заходи у містах Банжул (столиця) та Джанджанбуре на тему «Криваві злочини російського імперіалізму в Африці».
Слава Гамбії! Слава Україні!
]]>Два спеціальні борти С130 Пакистанських повітряних сил доставили більше 15 тонн гуманітарної допомоги для українців.
Зазначений гуманітарний вантаж був доставлений до Варшави й переданий Українській стороні для подальшого розподілення. А перед вильотом з Пакистану відбулася передача вантажу.
Посольству України міністром закордонних справ Шахом Махмудом Куреші та головою національного агенства з боротьби зі стихійними лихами на базі Чаклала в Нурхані. Під час акту передачі було зазначено, що Пакистан завжди діє оперативно пліч-о-пліч з міжнародною спільнотою для реагування на міжнародні запити про допомогу в часи конфліктів / стихійних лих, як відповідальна та миролюбна країна.
]]>Що характерно і важливо, окрім національних прапорів, вони тримали в руках портрети славетного Провідника Української Нації Степана Бандери та Батька-засновника Пакистану Мухаммада Алі Джинни, на честь якого торік була встановлена меморіальна дошка в Україні, у місті Попасна. У відповідь на облудні вимоги кривавих кацапських покручів-недолюдків про «денацифікацію» України, у світі продовжують поширюватися величні ідеї нашого ідейного натхненника й духовного батька Степана Бандери, вчення якого покликане закласти справжні підвалини для побудови справедливого світоустрою.
Правління організації висловлює щиру подяку всім причетним до проведення цього заходу, а також усім нашим пакистанським друзям, які продовжують працювати задля підтримки нашої держави. Слава Україні! Pakistan zindabad!
]]>Відбувся невеликий мітинг з метою привернення уваги суринамського суспільства до російської агресії проти України. Важливо, що Суринам підтримав Україну в ООН після початку нового етапу агресії. Проклята кацапська погань на чолі з сатанинським карликом хотіла «денацифікувати» Україну, але натомість отримає протилежний результат – наш духовний батько Степан Бандера стане Провідником усього прогресивного людства, яке має згуртуватися у боротьбі проти найбільшого зла, яке коли-небудь існувало на планеті – російського імперіалізму. Окрема подяка співкоординатору операції «Суринамський інфлюкс» пану Джейсону Хок Мен Чою.
Інформуємо: Правління ГО «Українська Ініціатива» перебуває в Україні і не збирається залишати територію держави. На випадок екстрених ситуацій розроблено механізм керування та підтримки зв’язку. Члени та прихильники організації перебувають в лавах територіальної оборони, ЗСУ, інших структур, кожен бореться у міру своїх сил та можливостей. Особлива увага приділяється роботі з закордонними партнерами. Осередки та представники організації за кордоном вже отримали та продовжують отримувати інструкції для відповідних дій з метою проведення, перш за все, інформаційних акцій та пікетів російських установ за кордоном.
У випадку втрати зв’язку з керівництвом осередків та/або Правлінням, кожен член організації має діяти у відповідності зі Статутом організації, надавати будь-яку можливу допомогу ЗСУ, СБУ, Національній поліції, територіальній обороні, діяти самостійно чи з іншими патріотичними громадянами – в залежності від обставин. Слід пам’ятати, кожного, хто ступить на слизький шлях зради та співпраці з російськими загарбниками, неодмінно чекатиме покарання. Зараз саме той час, коли ми повинні бути згуртованими, у єдності наша сила, усі внутрішньоукраїнські суперечки будуть вирішуватися після перемоги над загарбниками.
Слава Україні! Смерть російським недолюдкам окупантам!
]]>До участі в заході долучилися місцеві активісти на чолі з керівником осередку організації в Луганській області Олегом Якубовим. На завершення зустрічі серед студентів було поширено партію англомовної літератури про Україну.
]]>Під час зустрічі пан Ньясі отримав у подарунок англомовні книжки про Україну та був проінформований про те, до яких конкретно активістів організації йому потрібно звертатися у випадку надзвичайної ситуації та яким чином поводитися. Інформація про зміст зустрічі була передана в Посольство Ботсвани у Швеції, яке є відповідальним за Україну.
]]>